Senin, 28 Maret 2011

Cahaya Lilin Penerang

Saat q berjalan dalam gelap malam
dingin,sepi
q melihat setitik kecil cahaya
awalnya ragu merasukiku
dan akhirnya kuberanikan diriku melangkahkan kaki mendekati cahaya itu


dekat dan semakin dekat
hangat terasa menyentuh hati q
itu hanya lilin kecil yg masih berusaha tuk hidup ditengah dingin dan terpaan angin
"tapi hadirnya mampu temani q dan hangatkan q"
lilin itu kujadikan teman
tempat berbagi dan mengisi
q menjaganya agar tak redup dan dia menjagaku agar tetap hangat

dan saat q lelap
lilin itu hilang

q kembali sendiri
dingin dan sepi kembali temani q
dalam sepi q berpikir
mungkin si penyala lilin telah mengambil lilin itu kembali
aq terdiam dan mencoba mengerti bahwa bukan aq yang menyalakan lilin itu
"aq hanya seorang yang menikmati cahaya sang lilin tanpa berusaha menyalakannya"


cahaya lilin penerang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar